30 Pada tikus, tubuh besar dominan terhadap tubuh kecil. Bulu kuning dominan terhadap bulu putih. Bulu kuning bersifat letal. Jika tikus bertubuh besar berbulu kuning (heterozygot rangkap) disilangkan dengan sesamanya, maka perbandingan keturunannya yang bertubuh besar berbulu kuning : bertubuh besar berbulu putih : bertubuh kecil berbulu kuning : bertubuh kecil berbulu putih adalah .
GenM tidak dominan sempurna terhadap gen m, sehingga warna bunga pada individu Mm bukannya merah, melainkan merah muda. Oleh karena itu, hasil persilangan sesama genotipe Mm akan menghasilkan generasi F2 dengan nisbah fenotipe merah:merah muda:putih = 1 : 2 : 1.
Padapersilangan bunga-bunga berwarna ungu F2, ternyata dihasilkan bunga dengan warna putih dalam jumlah yang banyak dan berbeda dengan perkiraan sebelumnya, baik hukum Mendel atau sifat kriptomeri. Penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh keduanya mengungkapkan ada dua gen yang berinteraksi memengaruhi warna bunga, yakni gen yang mengontrol
Penyerbukanpada sebagian besar tumbuhan berbunga biasanya dibantu oleh beberapa jenis serangga seperti lebah dan kupu-kupu. Bunga memiliki warna yang menarik dan bentuk yang khas untuk menarik perhatian serangga. Tumbuhan memikat serangga melalui warna bunga yang mencolok dan makanan dalam bentuk nektar. Ketika serangga menghisap nektar, polen akan menempel di tubuh serangga, biasanya pada
Kriptomeri Kriptomeri merupakan penyimpangan hukum mendel dimana gen-gen dominan non alel yang seolah-olah tersembunyi jika berdiri sendiri dan pengaruhnya akan Nampak setelah gen-gen dominan muncul secara bersamaan. Peristiwa kriptomeri ini dapat dijumpai pada pada pembentukan warna bunga Linaria maroccana. Bunga Linaria memiliki warna merah
PenyimpanganSemu Hukum Mendel. Pada pembastaran dihibrid, fenotipe F2 terdiri atas 4 macam, dengan ratio . Perbandingan tersebut bersifat umum dan akan selalu demikian, apabila setiap gen memiliki pekerjaan sendiri-sendiri untuk menumbuhkan karakter. Dalam kenyataannya, para ilmuwan sering menemukan angka perbandingan lain, yang sekilas
Tanamanakan mengandung antosianin apabila mempunyai alel dominan A. Gen pada lokus lain dapat menghasilkan senyawa yang menyebabkan sel berlingkungan asam atau basa. Lingkungan asam basa sel ini dikendalikan oleh sepasang alel dominan resesif pula (misalnya alel B dan b).
BungaLinaria maroccana memiliki gen A (ada pigmen antosianin), a (tidak ada pigmen antosianin), B (protoplasma basa), dan b (protoplasma asam). Disilangkan bunga merah (AAbb) dengan bunga putih (aaBB), menghasilkan keturunan 100% berbunga ungu.
duagen dominan bersama-sama maka akan . muncul fenotip yang tersembunyi. Contoh Penyilangan bunga Linaria maroccana berwarna merah dengan (AAbb) dengan bunga berwarna putih (aaBB) menghasilkan keturunan F1 100% berwana ungu. 9 A-B- = ungu (warna tersembunyi) Pada Bunga Linaria maroccana warna bunga ditentukan oleh beberapa gen yaitu :
Playthis game to review Biology. Pada tanaman air Linaria maroccana : Gen A = membentuk antosianin dominan terhadap gen a= tidak membentuk antosianin dan Gen B = bereaksi basa (ungu) dominan terhadap gen b = bereaksi asam (merah). Tanaman berbunga ungu dengan gen pH heterozigot disilangkan dengan tanaman bunga merah heterozigot.
Ratio Fenotip keturunannya adalah .
GenC: membentuk pigmen warna Gen c : tidak membentuk pigmen warna Gen P : membentuk enzim pengaktif untuk mengubah bahan mentah pigmen menjadi antosianin yang berwarna unggu. Gen p : tidak membentuk enzim pengaktif Berdasarkan karakter gen-gen tersebut, maka warna bunga hanya akan muncul jika kedua gen (penghasil pigmen dan penghasil enzim
Apabilaketurunan F1 disilangkan dengan tanaman bunga warna merah Aabb persentase tanaman bunga putih pada F2 adalah. Hasil persilangannya adalah a. Gen A menentukan ada bahan dasar pigmen antosianin. Bunga Linaria maroccana merah AAbb disilangkan dengan bunga Linaria maroccana putih aaBB akan dihasilkan bunga berwarna ungu AaBb.
22 HUKUM MENDEL I (Hukum pemisahan/Segregation of allelic genes) Hukum Mendel I dikenal juga dengan Hukum Segregasi menyatakan: "pada pembentukan gamet kedua gen yang merupakan pasangan akan dipisahkan dalam dua sel anak". Hukum ini berlaku untuk persilangan monohibrid (persilangan dengan satu sifat beda).
identifikasiantosianin pada bunga aster dengan metode kromatografi kertas Friday, 6 November 2015. IDENTIFIKASI ANTOSIANIN SECARA KROMATOGRAFI KERTAS PADA KOROLA BUNGA ASTER CINA (Callistephus chinensis L. Ness) BERWARNA MERAH IDENTIFIKASI ANTOSIANIN SECARA KROMATOGRAFI KERTAS PADA KOROLA BUNGA ASTER CINA (Callistephus chinensis L. Ness)
BungaLanaria maroccana berwarna ungu (AaBb) disilangkan dengan yang Bunga Lanaria maroccana berwarna merah (Aabb). Alel A memiliki pigmen antosianin dan a tidak memiliki pigmen antosianin. Alel B plasma selnya bersifat basa dan b plasma selnya bersifat asam. Persilangan tersebut kemungkinan akan mengahsilkan keturunan dengan rasio fenitipe .
fIHDFM. Bunga Linaria maroccana ungu AaBb memiliki gamet AB, Ab, aB, dan ab. Sedangkan bunga Linaria maroccana putih aaBB memiliki gamet ab. Adapun persilangan keduanya adalah sebagai berikut P AaBb ungu >< aaBB putih G AB, Ab, aB, ab aB F Dari persilangan tersebut akan diperoleh filial yang memiliki fenotip ungu dan putih. Bunga Linaria maroccana ungu memiliki genotip AaBB dan AaBb. Sedangkan bunga Linaria maroccana putih memiliki genotip aaBB dan aaBb. Genotip A-B- adalah merah basa tetapi karena antosianin bereaksi di lingkungan basa, maka berubah jadi ungu. Sedangkan untuk aaB- adalah tidak berwarna dan basa yang disebabkan tidak ada antosianin sehingga tidak ada reaksi yang terjadi pada lingkungan basa dan warna tetapi putih. Sehingga genotip filial AaBB dan aaBb secara berurutan adalah secara berurutan adalah ungu dan putih. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.
pada bunga linaria maroccana gen a akan membentuk antosianin